Senin, 28 Oktober 2019

CERITA DEWASA FANTASY BERCINTA ARIANI

cerita-dewasa-fantasy-bercinta-arianiCerita Dewasa Fantasy Bercinta Ariani – Baru tiga bulan aku menikah dengan seorang gadis cantik keturunan Chinese bernama Ariani, pangilannya Riani. Aku sendiri pria keturunan Chinese bernama Reno, dengan tinggi badan 185 cm, atletis. SLOTS ONLINE

Aku memimpin suatu perusahaan yang aku rintis sendiri bersama dengan kawankawanku dan lumayan sukses. Usiaku saat ini 28 tahun. Ariani adalah seorang gadis yang berwajah oriental dan cantik, yang berusia 25 tahun.

Dengan kelembutannya, dan tinggi badan 170 cm, berat 47 kg, kulit putih mulus dan dada berukuran 34C, membuatnya sempurna untukku. Pernikahanku yang baru seumur jagung ini tentulah sangat dipenuhi oleh kemesraan dan kegembiraan yang nyata dalam kehidupan kami. Fasilitas rumah besar dan dua mobil mewah dari orang tua kami melengkapi semuanya itu.





Kehidupan sex kami juga cukup luar biasa, dimana hampir setiap malamnya (dan terkadang paginya) kami lalui dengan cumbuan, foreplay dan orgasme demi orgasme yang sangat memuaskan kami berdua. Tapi aku punya suatu fantasi yang agak keterlaluan sebetulnya; yaitu aku ingin menonton istriku yang cantik ini disetubuhi oleh lelaki lain yang dalam bayanganku adalah seseorang yang berusia muda, ganteng, tegap, dst. Aku ingin melihat istriku mengalami orgasme dan memberikan kepuasan kepada lelaki itu di hadapanku. Fantasi itulah yang biasanya selalu berhasil mengantarku ke orgasme yang hebat, baik pada saat aku sedang bersanggama dengan istriku, maupun pada saat aku sedang melakukan onani seorang diri.

Pernah kusampaikan kepada istriku pada saat kami sedang berhubungan seks di suatu malam, dan tampaknya fantasi itu juga memicu birahinya, terbukti dengan bertambah terangsangnya dia saat itu. Ceritanya begini.. Pada saat posisinya di atas, dan penisku berada di dalam vaginanya dan sedang seruserunya dia bergoyang, kuremas lembut buah dada 34Cnya dan kukatakan dengan napas terengahengah karena kurasakan orgasmeku hampir tiba dan vaginanya juga sudah mulai mencengkram batang penisku.

Sayanghh, aku ingin melihatmu ngentot sama cowok lainhh.. aahh…
Hmmhh? Emangnya boleh, say? Hmmhh? Katanya sambil bergoyang dan memutar mutar pantatnya yang membuatku mendelik keenakan.
Kalo boleh kamu mau? Ohh baby.. memek kamu ngejepit nihh. Ahh.. ujarku lagi sambil terus meremas dan mengelus putingnya yang sudah sangat tegang dan merah kecoklatan itu.

Ahh.. tau ahh.. kamu ngaco ajahh.. ohh baby, kontol kamu udah makin keras. Gede banget, say. Oughh..
Aku pengen lihat kamu sepongin dia dan dia jilatin memek kamu.. Ouuhh yess.. terus sayangghh, puter terus pantat kamu.. aahh.
Terushh? aahh.. kamu nggak cemburu emangnya? Ahh.. oohh.. gila, kontol kamu enak banget sih, say?

Goyangannya makin hot dan seru, sedangkan vaginanya makin mencengkram keras batangku.
Nggak, babe.. aku nggak cemburu.. oohh.. aku udah mau sampai nih.. aku pengen kamu dientot cowok lain sambil aku tontonin.. aahh baby.. aku keluarr.. aagghh..
Maniku menyembur di dalam vaginanya dengan deras sambil tanganku mencengkram erat pinggulnya. Dan tampaknya hal itu dan fantasiku ikut memicu orgasmenya juga.
Ohh yess.. oohh yess.. aku keluar juga, sayangghh.. aagghh.. Tubuh mulus istriku ambruk di atas tubuhku, matanya terpejam dan vagina berkedutan cukup lama juga, sambil kupeluk dan kuelus punggung dan pantatnya.

Beberapa saat setelah itu, dengan tubuh basah berkeringat, kami berciuman mesra. Hawa AC yang dingin merasuki tubuh kami. Dengan gayanya yang khas dan manja, Ariani menyusup kebalik selimut dan tidur di dadaku. Tangannya mengeluselus dadaku dan aku mengelus rambutnya, meresapi apa yang baru saja kami nikmati bersama.

Tiba2 dia sedikit mengangkat tubuhnya dan memandangku dalam2, lalu berkata, Yang kamu bilang tadi beneran apa cuma lagi napsu doang sih, say? Tangannya yang iseng menariknarik jembutku yang kusut dan basah terkena cairan vaginanya campur keringat.

Emm.. beneran dong. Kenapa? Aku iseng juga dan kupencet hidungnya yang mancung. Dengan bercanda dia berontak dan purapura mau menggigit tanganku yang iseng tadi.
Gila ih. Itu kan nyeleweng dong artinya? Kok kamu malah nganjurin aku buat nyeleweng?
Nyeleweng atau nggak itu sih terserah deh. Namanya juga fantasi. Boleh dong? Aku menjawab sekenanya lalu beranjak bangun dari ranjang mau ke kamar mandi. Udah, mandi dulu, yuk? Udah gitu kita bobo. Dia kembali tiduran dan bengong memandangi langitlangit kamar.

Besok paginya aku terbangun oleh ciuman di bibirku. Istriku tampak baru selesai mandi dengan rambut yang masih basah dan tubuh hanya terbalut gstring putih.
Jam berapa nih, kok udah keren? kataku dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
Yee.. udah jam 6 lho. Ayo bangun, nanti telat ngantor. Sikat gigi gih. Bau deh mulutnya. Hihi.
Salah sendiri nyium. Pasti bau dong. Namanya juga fresh from the oven. Ngapain pake gstring segala?
Aku mau pake rok mini putih hadiah dari mami kamu. Itu rok rada tipis deh kayaknya. Kalo pada celdal biasa nanti jelek.

Apa boleh ngantor pake rok seksi macam gitu? tanyaku polos.
Nggak tau juga. Biar aja ah. Modelmodelnya kan juga suka pake miniminian begini. Aku nggak mau kalah ceritanya. Hahaha. Riani bekerja di salah satu perusahaan advertising terkemuka di Jakarta, yang memang sering menggunakan jasa para model (amatir dan pro).

Aku nggak jawab lagi dan langsung lompat ke kamar mandi yang kebetulan ada di dalam kamar tidur kami. Iseng, kucolek buah dadanya yang masih telanjang dan selalu bikin mataku jelalatan dan penisku tegang, sambil tangan yang satunya lagi mengelus buah pantatnya.
Idih, amitamiit! Pelecehan seksual tuh, tau! katanya purapura marah, sambil nyentil penisku. Aku meringis kesakitan.

BACA JUGA : CERITA DEWASA NGEWE DENGAN KAKAK SEPUPUKU

Aduh.. atit ya, cayang? katanya menyesal sambil mengelus penisku. Sini aku sembuhin.. Sambil berkata begitu, dia melorotkan celanaku dan penisku yang memang tegang sejak bangun tadi, diremas dan dikulumnya sambil lidahnya berputar di kepala penisku.

Oh my God.. aku kaget banget api seneng juga. Tapi baru beberapa isapan, dilepasnya lagi.
Udah ah.. nanti dia GR. Kalo GR, dia suka pusing dan muntah lho! katanya sambil mengedipkan matanya lucu.
Aku jadi gemas dan penasaran, tapi kulihat jam terus bergerak, dan aku ada janji ketemu seseorang untuk breakfast. Oleh karenanya kubiarkan dia lolos kali ini, dan terus bergegas mandi.

Tepat aku lagi mulai meeting direksi di kantorku jam 2 siang, telepon genggamku berbunyi. Ariani meneleponku.
Halo?
Hi, sayang.. lagi ngapain kamu?

Aku lagi meeting nih. Whats up, babe? Para anggota direksiku saling lirik dan tersenyum.
Pak Tonny mesra banget ya? Maklum pengantin baru sih. Pak Denis, direktur operasiku bercanda sedikit. Aku cuekin saja.

Sayang, nanti malem temenku Si Tiara ngajakin double date di Fountain Lounge Grand Hyatt. Ariani menjawab renyah. Mau ya? Pleasee..
Acara apaan sih? Ya OK lah. Dia mau traktir emangnya?
Tauk. OK ya, Jam sembilan kita ketemu mereka di sana. Have fun with the meeting, say. Bilangin direkturmu jangan iseng.
Iya, iya. See you, babe. Kututup teleponku sambil melotot ke Pak Denis yang tetap cengarcengir.

Tiara ini sebenarnya adalah istri dari sahabatku, Sendy, yang adalah putra satusatunya dari seorang pilot senior Garuda Indonesia yang sekarang menjabat sebagai direktur di salahsatu perusahaan penerbangan. Beliau ini masih keluarga keraton Solo, tapi sudah amat sangat liberal dan sudah nggak ada lagi tandatanda kekeratonannya.

Apalagi Sang Sendy sendiri yang cuek luar biasa di dalam pergaulan dan topik pembicaraan. Kalau obrolan yang menyerempet soal seks, Sendy ini juaranya. Aku kenal dia sejak masih SMP di bilangan Menteng. Orangnya sangat ganteng dan berpenampilan macho. Perawakannya tidak jauh berbeda denganku, hanya dia lebih pendek sedikit saja. Tiara berperawakan ratarata wanita Indonesia. Yang paling menarik darinya menurutku ialah bibir yang ranum dan matanya yang bulat cantik.

Sorenya kujemput istriku di kantornya di daerah Kuningan (kantorku sendiri di daerah Kebayoran Baru). Di perjalanan dia tertidur pulas sekali sambil merebahkan kepalanya di bahuku. Aku duduk sambil membaca majalah Times. Kulirik sopirku. Dia kelihatan mulai senewen dengan kemacetan Kuningan. Maklumlah hari Jumat sore. Sudah pasti rush hour gilagilaan. Sopirku ini sudah menjadi sopir pribadiku sejak aku kelas 2 SMA. Aku sudah sangat akrab padanya. casino indonesia

Dia adalah keponakan dari sopir papaku, usianya sekarang 34 tahun. Namanya Hermansyah, kusingkat Maman. Wajahnya cukup ganteng, tapi orangnya rada kecil untuk cowok. Tebakanku tingginya cuma 160 saja. Tapi badannya jadi. Maklum, dia kubuat jadi teman sparringku di kelas tinju dan fitness. Dia lulus SMA, ingin kuliah, tapi nggak ada biaya. Lalu jadilah dia sopirku.

Santai aja, Man. Tapi kalo nabrak gue timpe lu. Mobil mahal nih.
Iye, bos (dari dulu manggil aku dengan Bos). Udah, ente tidur aja kayak Mbak Riani. Ane jagain mobilnye. Lagian kalo kagak mahal, bukan mobil ente dong. Hehehe

Nah lu tau tuh. Hehehe. Bisa aja lu, Man. Gue kasih bonus deh lu. Gaji lu gue potong 25%.
Waduh, bos. Apa kata bos aja dah. Ma kasih ye, bos! Sambil ngomong gitu dia nengok ke belakang sambil matanya melirik ke paha istriku yang terbuka 1/2nya akibat rok mini putih nan tipis itu. Kudiamkan saja.. penisku malah tegang. Aku rasa aku benarbenar punya kelainan seks.

Hei, Son! aku sedikit berteriak ke arah sahabatku yang celingukan mencaricari kami di Fountain Lounge.
Kulihat Tiara berpenampilan cukup seksi dengan gaun malam coklat muda panjang sampai ke tengah betisnya, tapi dengan belahan cukup dalam sampai ke tengah pahanya. Waktu duduk ia menyilangkan kakinya dan posisiku cukup jelas untuk melihat paha putih mulusnya yang sedikit tersingkap.
Rom, mata lu juling banget lihat paha bini gue. Sendy menyentakku. Sialan nih orang, pikirku.

Ah, nggak.. gue kan dikasih lihat, bukannya ngelihat. Banyak bedanya lho.
Kami pun berderaiderai tertawa. Kulirik istriku, Riani, hanya mesemmesem aja. Mungkin gondok juga kali dia.
Riani juga terlihat seksi dengan celana hitam ketat dan baju hijau muda tanpa lengan yang berdada agak rendah.

Ditambah sepatu hak tinggi hitamnya, dia kelihatan sangat sophisticated.
Bini lu makin mengkilap aja nih, Ren. Ra, peju Si Reno cocok buat lu ya? Sendy menyambar cepat.
Memang begitulah orangnya. Bicaranya kacau abis.
Gila lu, Son. Kalo orang denger, dikirain elu mabok kali. Riani menyahut kesal, tapi tetap bercanda, karena sudah tahu adat dan gayanya Sendy.

Kami pun minumminum sambil ngobrol ke sanakemari dengan serunya. Sampai akhirnya jam menunjukkan pukul 11 pm. Aku bangkit pengen pipis.
Gue ke toilet dulu ah. Birnya mulai bekerja nih, kataku santai.

Gue juga, man. Cewekcewek tunggu di sini ya. Kalo ada yang nawar, kasih harga tinggi. Nanti Om Sendy yang atur persenannya buat you berdua. Hahahaha.
Mau pipis aja kok heboh sih kamu, Mas. Intan berkata sambil mengelenggelengkan kepalanya dan memandang suaminya, Sendy, dengan tatapan setengah tidak percaya. Cepetan ya. Nanti ada yang nawar beneran, baru tahu rasa.

Di toilet aku melirik Sendy yang sedang pipis di sebelahku, dan bilang, Son, gue rasa gue punya kelainan seks. Gue punya fantasi pengen ngeliat bini gue digituin sama cowok laen. What do you think, man?
Yang bener lu? Hehehe, dari dulu gue udah rasa lu rada maniak. Tapi baru sekarang gue yakin. Ini fantasi dikala horny aja apa beneran?

Gue yakin ini beneran.
Sarap lu ye. Gue bantuin deh lu. Mau kagak?
Riani sama lu? Bisabisa gue impoten ntar abis ngeliat. Thanks but no thanks, bro. Hehehe. Kenapa? Lu horny ya ngeliat bini gue? Sama dong. Hahaha.
GR lu. Mau kagak? Gue banyak pesenan laen nih. Ini antara temen aja, free trial, gitu. Hahaha.
OK.

Hah? OK? Bener nih ya. Awas lu nyesel. Tapi bini gue gimana? Kagak boleh buat lu, setan. Were not exchanging anything here, buddy.
Yah, terserah lu lah. Tapi gue pesen satu aja: pake kondom.
Off course, my man. You think Im dumb?
Yes. Hehehe. Lets go back out. Caranya gue serahin sama lu aja.
Sip. Lets go.

Sekembalinya kami dari toilet, kulihat para istri kami sedang asik ngobrol dengan tiga orang lelaki keturunan India. Tiara diapit oleh dua orang dan yang seorang lagi duduk di sebelah Riani. Dari gayanya, kami tahu bahwa IndiaIndia iseng itu mengira istriistri kami adalah cewekcewek gampangan. Tangan seorang yang duduk di sebelah Tiara malah sudah diletakkan di atas paha Tiara.

Kulihat Tiara mencoba menepisnya, tapi tidak dengan sepenuh hati. Mungkin dia suka juga? Yang duduk di sebelah Riani masih agak sopan, dan hanya memeluk bahunya. Kulihat Riani agak menjauh sedikit dan melotot galak ke arah India gokil itu.

Wow, dude.. bisa keduluan sama IndiaIndia bangsat itu nih, gue. Sendy nyeletuk asal sambil bergegas ke arah Tiara dan Riani. Aku mengikutinya perlahan. Kupikir, the more, the merrier. Kulihat Sendy berbicara sesuatu dengan orangorang itu, dan lalu mereka ngeloyor pergi sambil tertawatawa. Kedua istri kami pun ikut tertawa lebar.

Whats up, Son? tanyaku setelah duduk lagi, kali ini di sebelah Tiara.
Nggak, gue bilangin aja kalo dua cewek ini udah kita sewa buat seminggu. Udah lunas, pula. And were sorry but were not sharing them with anybody.
Emang gila deh lu, Son. Riani berkomentar sambil masih tertawa.

Tapi suka kaann.. Sendy memandangi wajah Riani begitu dekatnya. Riani jadi rada kikuk, dan kulirik Tiara malah mesammesem doang.
Idiihh.. apaan sih lu. Jauhan dong.. mulut lu bau. Jangan deketdeket muka gue. Reenn.. tolong dong. Temen kamu sinting nih. Minumnya cuma segelas, maboknya kayak minum sepetii.

Tawa kami meledak mendengar ucapan Riani. Dan kirakira pukul satu, kami memutuskan untuk pulang.
Sebelum pulang, Sendy sempat membisikiku, Ren, besok siang gue ke rumah lu. We will start to realize your fantasy, man. Penisku langsung tegang membayangkan apa yang akan terjadi nanti.

Pukul 11 siang bel rumahku berbunyi. Aku sedang menonton TV di kamarku. Riani mungkin sedang membantu Mbak Wani, salah seorang pembantu RT kami memasak makan siang kami. Aku mengintip dari kamarku yang di lantai dua yang kebetulan menghadap ke jalan dan ke pagar rumahku. Sendy sudah di depan muka rumah bersama Tiara membawa keranjang berisi jeruk dan pisang. Segera aku bergegas turun dan membukakan pintu utama rumah kami.

Siang, bos. Wah, gue kirain elu belom mandi. Ternyata sudah keren. Makanannya udah ready nih? Si Sendy nyerocos begitu melihatku di pintu muka.
Ampirlah. Masuk yuk. Wah, bawa pisang nih. Langsung kuambil keranjang buah itu dari tangan Tiara dan kucomot sebuah pisang yang langsung saja kumakan.

Raa.. Mas Sendy dan Mbak Tiara udah dateengg. Setengah berteriak aku memanggil istriku yang sedang masak di dapur.
Riani melongokkan dari arah dapur. Astaga! Ternyata dia masih memakai baju tidurnya yang berupa kaos youcansee dan hot pants warna biru muda dengan kaki telanjang. Bodynya yang aduhai hanya tertutup sepertiganya saja kalau begini.

Bentar ya, sodarasodara. Aku masih masak nih. Yu, bantuin gue yuk! Cobain nih kurang apa. Riani menyahut dengan semangat. Tiara langsung ngeloyor masuk dapur. Aku perhatikan Si Tiara memakai rok span warna merah darah dan kaos tanpa lengan warna kuning muda.
So, whats up, my brotha, what do you have in mind? Aku langsung saja sambil mengedipkan mataku ke Sendy yang duduk bersamaku di ruang tamu.
Just chill, bro. I told you Ill handle it, I will handle it. Sendy mengangguk yakin kepadaku.

Nggak lama kemudian..Cowokcowok, lunch is served. Tiara memanggil kami di ruang tamu dengan gaya seorang chef kawakan dengan celemek dan serbet makan yang disampirkan di lengannya sambil setengah membungkuk.
Nah, gitu dong. Although Id rather eat you, love. Sendy berkata begitu sembari beranjak bangun menuju ke ruang makan sambil mencubit pipi istrinya mesra. Aku meringis saja.
Kalian makan duluan deh. Gue mau mandi dulu sebentaar aja. Kata Riani sambil lari kecil naik tangga ke kamar kami.

OK, maam. Tapi kita tungguin deh, asalkan beneran cuma sebentaar aja. Sendy menggoda istriku. Istriku meresponnya dengan memeletkan lidahnya ke arah Sendy.
Lu diam di sini dulu, ya. Nanti kirakira lima menit, lu susul gue ke kamar lu. OK? Sendy membisikiku. Tiara kebetulan sedang ngobrol dengan Mbak Wani dan tidak melihat ke arah kami.
Hah? Sinting apa lu? Tapi whateverlah. OK. Kataku perlahan.

Benar, kirakira lima menit setelah Sendy naik ke kamarku, aku menyusulnya. Setibanya aku di depan pintu kamar mandi yang terbuka sedikit.. wow.. kulihat Sendy sedang mengintip Riani yang sedang melucuti bajunya yang hanya dua lembar itu satu persatu.

Goddamn, bini lu bodynya bikin gue geregetan aja. Bisik Sendy.
Eh, monyet, gue kagak pernah minta lu ngintip. Sial, lu. Aku agak kesal juga, merasa dikerjai.
Tenang, broer. Ini step by step. Let the pro do it. You, horny bastard, just shut up and sit tight.
Gue hajar lu. Kalo dia teriak, satu rumah denger, kita bisa cilaka, sompret.

Soon! Reenn! Mana sih kalian?! kudengar Tiara berteriak memanggil dari bawah. Istriku juga pasti dengar, tapi cuek saja, lalu dengan bertelanjang bulat masuk ke dalam bath up, siapsiap mau mandi. Kami mashi terus mengintip.

Lu turun dulu ke bawah, tenangin bini gue, OK? bisik Sendy.
OK. Aku beranjak perlahan pergi. Nggak tau mau ngomong apa ke Tiara, tapi penisku sudah tegang abis, seperti mau pecah rasanya.

Yu, Si Sendy lagi nonton basket di kamar gue. Seru juga sih, lagian Riani kan masih mandi. Lu mau nonton juga? Aku yakin Tiara pasti nggak akan berminat, karena dia paling benci sama yang namanya pertandingan basket. Konyol, katanya.

Nggak ah, gue di sini aja nonton TV di bawah. Buruan dong. Kan gue juga lapar nih.
Beres, manis.
Genit lu ya kalo nggak ada siapasiapa. Tiara menyahut sambil tersenyum manis. Aku nyengir aja, sambil lari lagi naik ke kamarku.

Sampai di sana, aku masuk dan kukunci kamarku perlahan.
Gimana, Son?
Udah selesai mandi tuh. Wuih, gila, gue ngaceng berat nih, pren. Kagak nyesel nih lu?
Aku diam saja. Nggak lama Riani keluar dari kamar mandi, seperti kebiasaanya, telanjang total hanya bercelana dalam saja. Rambutnya masih basah karena keramas.

Aahh! Riani menjerit kaget setengah mati melihat ada Sendy di situ. Dia mau lari lagi masuk ke kamar mandi, tapi tangan Sendy cepat menangkapnya. Riani merontaronta dan aku diam saja sambil menelan ludah. slot online indonesia

Tenang, sayang.. tenang.. gue di sini cuma mau bantuin lakilu memuaskan fantasinya. Sendy berujar perlahan sambil tangannya tetap mencengkram tangan Riani.
Ren, kamu benerbener gila ya. Ini apaapaan sih? Riani marah sekali melihat ke arahku. Aku cuma membuang muka saja.

OK, karena kamu benarbenar sinting, aku juga bisa sinting. Tapi jangan menyesal nanti. Riani berkata begitu sambil memeluk Sendy dan mencium bibirnya walaupun masih agak ragu. Tangan mereka bergerilya kemanamana. Buah dada Riani yang ranum menjadi target bibir dan lidah Sendy yang dengan bernapsu menjilat dan menyedotnya. Riani menggelinjang nikmat. Mmhh.. Son.. remes dong Son.. pelan aja.. ahh.. Riani rupanya naik juga birahinya.

Mmhh.. yeaahh.. Sendy mendongak terpejam saat Riani meremas penisnya dari balik celana jeansnya. Buka aja, sayang..
Aku sudah napsu berat, kukeluarkan penisku, dan mulai mengocoknya sambil masih berdiri. Kulihat Riani jongkok di depan Sendy, masih di depan pintu kamar mandi yang terbuka sambil mengeluarkan penisnya dari balik resleting dan mulai menyepongnya habishabisan. Lidahnya bermain di kepala dan kedua buah pelir Sendy. Dikulum, dihisap, dijilat, you name it, she is doing it. Dia melakukannya sambil melirik Sendy dan aku bergantian.

Isep, sayang.. yeaah, gitu.. uuhh.. bini lu hebat, man. Hebaatthh.. aahh.. jebol deh gue.. aarrghh! Sambil berkata begitu, air mani Sendy tumpah di dalam mulut Riani yang langsung ditelannya. Melihat itu, aku nggak tahan lagi, dan air maniku pun langsung menyembur ke lantai. Lemas, aku terduduk di ranjang. Riani pun bangkit berdiri sambil memandang Sendy.

Enak, Son? Hmm? kata Riani setengah berbisik.
Sendy masih terpejam dan menganggukkan kepala sambil menelan ludahnya.
Kalah deh Si Tiara. Sedotan lu gila banget, Ra. Ren, youre a lucky motherfucker, you know?

I know, man. Thanks berat. Ini rahasia kita aja ya. Sahutku santai.
Yuk, turun. Nanti Tiara curigation, lagi. Ra, kamu turun dulu, say. Bilangan Tiara Pertandingan basketnya sudah ampir selesai. Nanti kita nyusul.
OK. Riani bergegas berpakaian dan langsung turun. Aku sedikit lega karena sebagian fantasiku sudah terpuaskan.

Reno, my man. If you need us to go any further than that, just ask, buddy. Hehehe. Sendy ngomong gitu sambil membetulkan pakaiannya. Aku ngangguk saja, ikut berberes, dan membersihkan lantai yang terkena semburan maniku barusan.

Seusai makan siang yang dipenuhi dengan canda dan obrolan seperti biasanya, kami bersantai di kebun belakang rumah kami sambil makan buahbuahan yang dibawa Sendy dan Tiara. Kami duduk di meja bundar yang ada di tengahtengah kebun kami. Aku, Riani, Sendy, Tiara. Sendy melirik Riani yang purapura tidak melihatnya sambil terus ngobrol denganku dan Tiara.

Tibatiba Riani beranjak bangun.
Mau pipis, katanya.
Sambil berdiri begitu, sambil tangannya mengelus penis Sendy. Kurasa Tiara tidak memperhatikannya karena sibuk berkomentar tentang bungabunga yang kelihatan indah sekali sore itu. Sendy memandangiku sambil nyengir. Kukedipkan mataku kepadanya sambil meladeni ocehan Tiara. Sejam kemudian mereka pamit pulang.

Do you like it? aku bertanya pada istriku sebelum tidur malam itu.
Hmm? I think I do. Riani membalas menjawab sambil memeluk dadaku dan merebahkan kepalanya di dadaku.
Mau coba lebih lagi? aku bertanya singkat.

Terserah kamu, sayang. Balasnya sambil mengelus penisku yang sudah berdiri.
Idih, kok udah ngaceng sih ininya? katanya lagi sambil merogoh kedalam celana tidurku yang komprang tanpa celana dalam.
Dia mulai mengeluselus kepala penisku dan mulai mengocoknya perlahan.

Ahh, baby.. I want you to fuck him. Kataku dengan napsu yang sudah naik.
I know, baby.. sambil berkata begitu, kepalanya menyusup kebalik selimut dan mengulum penisku.
This is what I did to him. Tell me how you like it.. Kurasakan air maniku segera terkumpul akibat sedotan, jilatan dan kulumannya di penisku.

Sayang, kamu bakalan bikin aku keluar nih.. telan ya.. mmhh.. oohh. Gila, belum pernah aku keluar secepat itu. Kurang dari 2 menit saja! Istriku memang luar biasa tehnik oralnya. Maniku ditelannya.
Baby, I need you to fuck me. Pleasee.. Riani menggelinjang sambil tangannya meremas toketnya sendiri dan lalu mengelus vaginanya yang sudah basah. Sejak kapan dia nggak pakai baju lagi?
Aku nggak mau.. the next fuck youll get will be from Sendy, babe. Aku berkata dengan kejam sambil membereskan celanaku dan tidur pulas.

Dua hari kemudian, aku masih belum bersanggama dengan Riani. Malam harinya, sekitar pukul 7, Sendy menelponku saat aku baru selesai mandi.
Ren, bini gue lagi ke Yogya, ada sodaranya yang meninggal. Gue udah cari alasan biar nggak ikut. So, Ill have 2 days Off. Whats up?
Perfecto. Si Riani udah horny berat nih. Nggak gue masukkin udah dua hari. Lu dateng deh sekarang.
Say no more, buddy. Sendy menutup teleponnya. Kirakira setengah jam kemudian dia sudah sampai. Riani yang membukakan pintu.

Begitu melihat Riani, Sendy langsung memeluk dan mencium lehernya.
Hello, doll. Miss me? Ini orang cool juga, pikirku.
Mmhh.. Riani menggelinjang senang. A lot. You come for me, or what?
No, I come for my buddy. YOU will make me cum. Sendy menyeringai.
And I will make you cum with me.
Sendy langsung menggandeng Riani ke kamar tidur kami. Aku mengikuti dari belakang.

Strip for us. And masturbate, but stop when you are about to cum. Sendy memerintah Riani sesampainya di kamar. Aku menyetel CD jazz yang lembut untuk menunjang suasana.
Riani melucuti pakaiannya satu persatu sambil meliukliukan tubuhnya yang sintal mulus itu. Mau tidak mau, kami berdua menelan ludah berkalikali.

Lalu setelah bugil total, ia membelakangi kami dan membungkuk. Dengan tersenyum ia menoleh ke arah kami dan menjilat jari tengah kanannya. Lalu dengan sensualnya ia mengelus sepanjang bibir vaginanya dan dengan perlahan memasukkan jari tersebut ke dalam vaginanya keluar masuk kirakira lima kali.

Ouhh.. its so wet, boys.. katanya seraya menjilat kembali jari itu.
And it taste so yummy.. Kami kembali menelan ludah dengan tangan kami mengelus penis kami masingmasing.
Ia kemudian berbalik menghadap kami, dan berjalan menghampiri Sendy. Ia lalu berjongkok di antara selangkangan Sendy yang duduk di pinggir ranjang bersamaku menonton aksinya. Celana Sendy dibukanya dan penisnya dielus dan diremas lembut.

Kulihat kepala penis Sendy sudah sangat basah, dan makin basah karena sekarang Riani mulai menjilatinya.
Ahh, Raa.. terus sayanghh.. Sendy menggelinjang nikmat dan aku mulai mengocok penisku perlahan.
Enak, Son? Hmm? Mau diisep lagi kayak kemarin? Riani dengan seksinya melirik ke arah Sendy.
Yess.. please, babe.. suck my cock..

Tidak perlu disuruh dua kali, Riani mengulangi aksinya. Tapi kali ini hanya sebentar saja. Mungkin dia takut Sendy keburu keluar lagi.

Tidak berapa lama kemudian, Riani menelentangkan tubuhnya di lantai kamar yang berlapis kTiara sambil meremasremas dadanya, dan tangan yang satunya bermain lincah di vaginanya. Kami ikut bertelanjang bulat sambil duduk di sebelah kanan dan kirinya.

Beberapa saat kemudian Riani mulai mengerang dan menggelinjang. Napasnya terengahengah dan mukanya memerah. Pinggulnya terangkatangkat dan membuat gerakan memutar perlahan. Remasan di dadanya mulai agak kasar.

Puting susunya dipelintir olehnya sendiri, dan vaginanya mulai mengeluarkan cairan kental dan berbau khas. Dia sudah diambang orgasme. Sendy dengan sigap menangkap kedua tangannya dan langsung menindihnya.

Dengan satu hentakan, penisnya menyeruak ke dalam vagina istriku. Pinggul Sendy mulai bermain.
Aahh.. aahh.. yess.. oouuhh.. Riani meracau nggak karuan.
Aku juga hampir pingsan karena napsuku. Tanganku mengocok penisku dengan cepat.


Ohh.. Soonn.. kontol lu gede banget banget, sayang.. aahh.. ahh.. ahh.. gue mau sampe nih, Soonn.. oouugghh.. gue keluar, Soonn.. aarrgghh! Riani menjeritjerit merasakan nikmat yang menhantam seluruh sendinya.

Ra.. di dalam apa di luar.. Shit.. aku baru sadar kalau Sendy lupa pakai kondom! Di mana, Raa? Sendy mempercepat goyangannya.
Di luar, Son.. uuhh.. Riani udah lemas sehabis orgasme. Wow.. anget banget, sayang.. ucap Riani lembut saat penis Sendy berkedutan di atas perut Riani yang putih dan rata. Tangan Riani cepat menguruturut penis Sendy yang sedang memuntahkan laharnya.

Ooh fuucckk.. Sendy ambruk di atas tubuh istriku. Aku juga mempercepat kocokanku dan nggak lama..
Baby, Im coming.. aku terengahengah mengarahkan penisku ke mulut Riani.
Sini, sayang.. aku mau kamu punya.. Riani membuka mulutnya lebar dan kusemburkan maniku ke dalam mulutnya..

Telen sayang.. yeaahh.. agghh! Orgasmeku menghantamku dan penisku berkedutan di dalam mulut Riani. Dengan lembut Riani menjilati dan mengulum penisku.

Seluruh adegan itu memakan waktu hanya 1.5 jam saja. Sendy lalu pamit pulang segera.
Thanks, Son. Kataku waktu mengantarnya ke depan pintu. Riani sudah tertidur di kamar kelelahan.
Anytime, buddy. Memek bini lu luar biasa.

Tiara punya gimana? Emangnya nggak seenak Riani? ujarku iseng aja sebenarnya.
Hehehe.. lu coba aja sendiri. My treat. Tapi itu kalau dia OK. Later, man. Lets do lunch tomorrow.
Aku tersenyum kecil dan menganggukan kepala.

Besoknya aku makan siang bersama dengan Sendy di daerah Kemang. Sambil ngobrol ngalor ngidul, Sendy berkata, Besok malam Tiara sampai di rumah. Still interested?
Well, gue sih OK banget kalo lu berdua OK juga. Riani gimana? kataku pelan.
Ajak aja besok. Gue punya rencana nih. Kita bisa nonton live show barangkali. Hahaha.

Deg. Jantungku berhenti sejenak. Sendy memang gila, kayaknya. Tapi kegilaan yang mengasyikan.
Are you serious? Gimana caranya? Mana mau mereka?
Serahin aja sama Om Sendy. Lu tau beres dan ngecret aja deh pokoknya. OK ya. Gue musti balik ke kantor nih. Masih ada urusan. See you tonite.
See you, bro.

Akhirnya malam yang kunantikan tiba juga. Sekitar pukul 9 aku dan Riani sudah sampai di rumah Sendy dan Tiara di Permata Hijau. Kukatakan pada Riani bahwa another fantasy is waiting. Dia excited sekali dan siap dengan busana yang sangat frontal memamerkan keseksian tubuhnya.

Kaos hitam yang hanya berupa kemben seperut dan rok mini hitam ketat dari bahan kulit membalut tubuhnya. Sepatu hak tinggi hitam menghiasi sepasang kaki panjang mulusnya.

Tiara membukakan pintu rumahnya dengan pakaian yang tidak kalah seksinya. Rok sebetis dengan belahan di bagian belakang yang dalam ke tengah pahanya dan atasnya kemeja tipis longgar tanpa BH sehingga kami dengan jelas melihat putingnya yang tegak menantang.

Come in, katanya seraya tersenyum manis pada kami.
Kita main strip poker malam ini. I heard you guys were having a grand time while I was gone. Curang! Kok nggak ngajakngajak sih?
Kami cuma bengong saja mendengar penuturannya.

Emangnya OK buat lu, Yu? Tanyaku. Riani sudah merah padam wajahnya.
Sure, sex is a sport. And I need to have some exercise. Hahaha. Busyet, udah ketularan lakinya nih, pikirku.

Tanpa raguragu, Tiara menggandeng Riani dan mencium pipinya yang masih kemerahan karena kaget campur malu.
Come on, girl.. dont be like that. What are best friends for? To fuck each other brains out! tawanya berderaiderai disambut dengan tawa Sendy dari dalam rumah.
Bisa aja lu, Yu.. Riani yang sudah santai kembali sekarang menyahut.
Abis ini nih, Reno, garagaranya.

Tapi suka kaan.. sekali lagi Sendy yang tibatiba sudah disamping Riani mendekatkan wajahnya ke wajah Riani.
Heeh. Suka banget. Riani berkata begitu sambil meremas penis Sendy.
Kontol laki lu ini bikin gue kelojotan kemaren malem nih, Yu.

Kalo gitu kontol lakilu musti bikin gue kelojotan dong malem ini, biar satu sama. Tiara berkata sambil melirik nakal padaku. Aku jadi tertawa kecil, namun penisku sudah tegang sekali rasanya.
But first lets have dinner!

Mmhh.. Ren.. jilat terus itil gue.. aahh iyaa.. Tiara mendesah lembut ketika aku mulai menjilati kelentitnya yang sudah membesar di atas sofa living roomnya. Riani dan Sendy menonton sambil keduanya mengeluselus sendiri tubuh mereka yang sudah telanjang bulat.

God.. suck my clit, honey.. yess.. youre gonna make me come.. oouuhh! Jeritan lirih Tiara cukup keras. Untung saja para pembantu RT sudah di perintahkan untuk pergi keluar rumah malam ini. Jadi hanya tinggal kami berempat saja.

Kusodoksodokan lidahku kedalam vagina Tiara yang sedang mengeluarkan cairan kenikmatannya. Tell me what you want, babe. Kataku sekenanya. Penisku sudah mulai mengeluarkan cairan dan terasa hangat.
I want you to fuck me and make me cum.. do it now.. Tiara meracau sambil menggelenggelengkan kepalanya akibat terserang birahi yang bertubitubi.

Kulirik Riani dan Sendy yang sedang bergumul 69 di lantai di bawah sofa itu. Erangan dan rintihan mereka cukup membuatku dan Tiara semakin beringas. Segera kuposisikan penisku ke lubang kewanitaannya. Bless.. aahh.. hangat sekali di dalam sini.

Tiara dengan ahlinya mengencangkan otot vaginanya saat aku mulai menggenjotnya. Setelah beberapa kali Tiaranan pantatku, aku rasakan maniku mulai membludak.

Yu.. gue bisa nggak tahan kalo lu gituin terus memeknya.. oohh.. uuhh.. aku mulai merasakan denyutan di pangkal penisku.
Hmmhh.. biarin.. gue juga udah dikit lagi sampai kok.. hh.. lepas di dalem aja.. gue lagi aman kok.. aarrghh! Tiara menjerit keras karena tibatiba aku menggenjotnya keras berkalikali.
Shit.. Yu.. terima nih, sayang.. shiitt.. aahh.. aahh.. gilaa.. Aku ikut teriak karena orgasmeku datang secara tibatiba.

Renn.. ohh.. Im cumming, honey.. Im cummiinngg.. iihh.. oohh.. Denyutan memeknya sangat terasa memijat penisku. Aku ambruk di atas tubuh Tiara dan kami berdua saling berpagutan French kissing dan kuhisap dan kujilati toketnya yang montok berkeringat.

Hhmm.. udah dulu dong, Ren.. ntar gue naik lagi nih. Kata Tiara lembut sambil menggelinjang geli.
Thats the idea, babe.. lihat tuh Riani sama Sendy.. bisikku di telinganya sembari menggigit kecil kupingnya.

Riani dan Sendy masih saling menjilat dan menghisap dengan serunya dalam posisi 69. Tubuh Riani mulai bergetar, mengerangerang, dan tangannya mengocok penis Sendy dengan cepat. Tibatiba, Sendy yang berada di bawah mendorong tubuh Riani ke samping.

Stop dulu sayang.. hhuuhh.. stop.. Sendy berdiri perlahanlahan.
Kenapa, Son? Nggak enak ya? Ayo dong.. tadi gue udah ampir tuh.. aaduuhh.. jangan gini dong.. tega deh lu.. Riani merajuk bercampur birahi yang membuat kepalanya pusing.

Hehehe.. you can cum, but Tiara is the one that will do it to both of us. Deg. Jantungku berdegup kencang. Jadi ini maksudnya Si Sendy dengan live show.

Tiara tersenyum simpul mendengar itu.
Ra, sekarang elu kangkangin muka gue. Ill take you there, honey. Tiara berkata dengan genitnya.
Riani yang sudah tidak sanggup lagi, diam sejenak, lalu mengangkangi wajah Tiara yang masih berkeringat.

Aawwhh.. make me cum.. please make me cum.. ohh yeaasshh.. isep itil gue, sayang.. iyaahh gitu.. iyaahh.. Tiara menjeritjerit kecil merasakan permainan lidah dan bibir Tiara di vaginanya.
Sementara itu Sendy kulihat memposisikan penisnya di vagina Tiara yang masih melelehkan air maniku.
Aahh yess.. enak, Masshh. Tiara mulai merasakan genjotan suaminya.

Honey.. Im cumming.. oohh.. Riani mengerang dan mendesah panjang saat orgasmenya datang. Pinggulnya begoyang majumundur menggosokkan vagina dan kelentitnya ke bibir Tiara yang siap menyedotnyedot cairan vagina Riani yang mengalir deras. Tubuh Riani yang basah berkeringat bergetar hebat dan tangannya meremas keras buah dadanya yang bergelTiarat manja.

Kulihat paha Sendy mulai bergetar hebat dan ia memeluk tubuh Riani dari belakang sambil terus menghentakhentakan penisnya ke vagina istrinya. Suara becek berkecipak di dalam vagina Tiara seksi sekali.
Oohh.. fuckin fuck.. aku keluar, sayaanghh.. Sendy memuntahkan lahar panasnya yang pasti bercampur dengan milikku di dalam vagina Tiara. Tubuh Sendy berkelojotan dan tangannya meremasi buah dada Riani yang masih menikmati orgasme dashyatnya mengangkangi wajah Tiara.

Yess.. anget sekali punya kamu, Masshh.. hheehh.. Tiara memejamkan matanya menikmati sensasi yang luar biasa. Bibirnya belepotan cairan Riani dan vaginanya berlelehan air maniku dan suaminya. Aku terhenyak lemas di bawah sofa dengan penis terkulai lemas dan perasaan sangat puas.

Keesokkan paginya di rumah kami, aku terbangun mendapati Riani yang tengah memeluku dari belakang. Kubalikan tubuhku, dan kulihat ada senyuman lembut di wajahnya.
Ra, baby?

Hmm? Udah bangun, sayang? istriku menjawab lembut.
Kamu senang? tanyaku tulus.
Very. Sini, bobo lagi.. aku pengen dipeluk terus sama kamu. I love you so much, sayang. slot

BACA JUGA : CERITA DEWASA NGEWE CEWEK TUKANG PIJIT PLUS PLUS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar